Rencanakan Hidup dengan Asuransi
Perjalanan hidup seseorang selalu berawal dari proses kelahiran, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, orang tua, hingga menutup mata. Sekuen atau rangkaian perjalanan tersebut tidak pernah terlepas dari berbagai perubahan di dalamnya. Dalam mengarungi perjalanan panjang kehidupan, kita berhadapan dengan berbagai kejadian penting, antara lain prosesi wisuda, memasuki bahtera pernikahan, terjun dalam dunia kerja, dan selanjutnya memasuki masa pensiun.
Sekuen kejadian tersebut berhubungan langsung dengan proses internalisasi nilai-nilai baru, adaptasi di dalamnya, dan kompensasi finansial untuk bisa memasuki jenjang tersebut. Dalam konteks pemerolehan ilmu dan pendidikan, misalnya, seorang anak memasuki bangku TK pada range usia 3-4 tahun, jenjang SD pada usia 6-7 tahun, SMP pada usia 12-13 tahun, SMU pada usia 15-16 tahun, dan Perguruan Tinggi pada usia 18-19 tahun. Masa transisi antarjenjang secara otomatis membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit jumlahnya.
Belajar dari Masa Lalu
Beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dengan seorang eksekutif muda salah satu perusahan multinasional di Jakarta, sebut saja namanya Pak Jonny. Awalnya kami bertegur sapa, dan pembicaraan berlanjut ke arah diskusi tentang pengelolaan keuangan jangka panjang. Dia bercerita banyak tentang apa yang dialami oleh keluarganya pada kurun waktu 20 tahun yang lalu.
Sekilas, ada kerinduan dalam hatinya untuk bisa mengubah kondisi pada periode tersebut. Alasannya, banyak hal yang belum bisa diraihnya hanya karena keterbatasan keuangan saat itu. Dua puluh tahun lalu, kedua orang tua Pak Jonny berkonsentrasi penuh terhadap biaya pendidikan anak-anak mereka.
Saat itu, orang tuanya belum memiliki kesadaran untuk memiliki rencana jangka panjang dalam konteks perlindungan atau proteksi. Mereka belum paham terhadap manfaat proteksi dari Asuransi Jiwa, yang notabene bisa mengurangi beban finansial di kemudian hari. Ketika Pak Jonny masuk ke perguruan tinggi pada saat itu, orangtuanya harus menguras tabungan, bahkan uang yang disimpan di bawah bantal, untuk mengakomodasi kepentingan tersebut. Secara teoritis, konsep tindakan seperti itu kurang efisien karena tidak direncanakan jauh hari sebelumnya.
Momentum kedua muncul pada saat Pak Jonny melangsungkan pernikahan. Saat itu, dia dan calon istri memang sudah memiliki penghasilan. Tetapi, karena perhelatan pernikahan merupakan satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua, prosesi pernikahan dan biaya yang muncul pun menjadi beban orang tua. Mereka harus merogoh kocek cukup tebal untuk bisa melangsungkan peristiwa penting tersebut.
Kedua peristiwa tersebut menjadi proses pembelajaran berharga baginya. Generasi seangkatannya mungkin tidak banyak yang merasakan manfaat proteksi dari Asuransi Jiwa. Kondisi itu lebih disebabkan karena sosialisasi produk Asuransi Jiwa belum segencar saat ini.
Belajar dari kasus yang dialaminya, Pak Jonny bertekad untuk melakukan proteksi terhadap setiap fase yang nantinya akan dilalui oleh anak-anaknya. Ke depannya, dia berupaya agar anak-anaknya bisa mendapatkan proteksi yang maksimal untuk berbagai kepentingan mereka.
Ketika pembicaraan semakin hangat, Pak Jonny terus berbicara secara antusias, dan saya menyampaikan satu masukan kepadanya perihal upaya proteksi untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Esensinya, untuk menghindarkan diri dari kedua pengalaman tersebut, Pak Jonny perlu mempertimbangkan pembelian polis asuransi jiwa guna mengakomodasi munculnya biaya yang besar dalam perjalanan hidup anak-anaknya.
Ketika polis asuransi pendidikan sudah melekat pada anak-anaknya, proteksi asuransi pendidikan langsung mengambil peran dalam meringankan beban finansial di pundaknya. Ketika anak-anak nantinya memasuki jenjang pernikahan pun, Pak Jonny bisa memanfaatkan dana tabungan di dalam produk asuransi, yang notabene juga mengandung unsur tabungan.
Belajar dari pengalaman Pak Jonny, seyogianya setiap orang tua mulai memikirkan langkah bijak guna memproteksi munculnya biaya besar pada perjalanan hidup anak-anak di kemudian hari. Pembelian polis asuransi jiwa, yang sesuai dengan kebutuhan, berperan signifikan bagi kelangsungan pendidikan dan sekuen kehidupan anak-anak ke depannya.
Melalui artikel ini, saya mengetuk kesadaran para ayah untuk mulai memikirkan rencana proteksi bagi anak-anak sejak dini. Hakikatnya, asuransi jiwa bisa memberikan solusi dalam konteks perencanaan keuangan sebuah keluarga. Kewajiban para orang tua dalam hal pembiayaan sekolah anak-anak, prosesi wisuda, bahkan biaya pernikahan mereka bisa terakomodasi melalui berbagai manfaat proteksi yang tersedia dalam polis asuransi jiwa. Dengan demikian, para orang tua bisa berfungsi maksimal dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka.
Realisasinya, miliki polis asuransi jiwa sejak usia muda. Segera ambil langkah untuk menghubungi perusahaan atau agen Asuransi Jiwa. Anda jangan ragu-ragu untuk mendiskusikan kebutuhan keuangan Anda di masa yang akan datang, dan mintalah rekomendasi produk dan program asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda. Perencanaan keuangan keluarga Anda sejak dini amat menentukan berbagai keuntungan jangka panjang yang bisa Anda rasakan bersama keluarga tercinta.
Sumber : Viva News
Saatnya Jadi Agen Asuransi
SETIAP tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebutkan berbagai posisi pekerjaan di beragam perusahaan.
Ekspektasi mereka adalah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan dan kompensasi penghasilannya pun memadai. Faktanya, kompetisi yang sengit untuk mendapatkan pekerjaan impian selalu dialami oleh setiap angkatan kerja baru.
Sebagai salah satu entitas bisnis yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu, industri asuransi membutuhkan pasokan tenaga kerja profesional untuk berbagai kebutuhan. Secara administratif, perusahaan asuransi jiwa membutuhkan tenaga-tenaga kerja profesional untuk mendukung sistem operasional di back office. Di lini depan, industri asuransi jiwa juga membutuhkan pasokan tenaga kerja beratribut ‘darah segar’ untuk berposisi sebagai agen-agen asuransi profesional.
Pilihan Profesi
Saat ini, beragam kalangan yang berprofesi sebagai agen asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 150 ribu orang. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk (220 juta jiwa), jumlah itu masih terlalu kecil untuk bisa meng-cover potensi pasar produk asuransi jiwa di Indonesia.
Konkretnya, seorang agen harus mengakomodasi paling tidak 1.480 orang. Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki 78 ribu agen asuransi jiwa dari total penduduk yang berjumlah 26 juta jiwa (1:330).
Dalam rangka menggalakkan kesadaran berasuransi dan menggeliatkan pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia, kalangan industri dan asosiasi mentargetkan pertambahan jumlah agen asuransi sebanyak 500 ribu orang pada 2010. Pertambahan kuantitatif ini sudah tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Kondisi ini merupakan peluang yang besar bagi angkatan kerja baru untuk menekuni profesi sebagai agen asuransi jiwa. Beberapa kali perhelatan Top Agent Award yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memunculkan impresi positif bahwa agen asuransi merupakan profesi yang bisa menjadi pilihan prospektif bagi kalangan profesional muda. Sedikitnya ada tiga alasan utama yang melandasi asumsi tersebut.
Pertama, kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi mulai menunjukkan peningkatan. Mereka mulai menyadari pentingnya memproteksi diri dan keluarga terhadap berbagai kebutuhan keuangan di masa datang atau kejadian/hal tak terduga melalui pembelian berbagai produk asuransi.
Dengan cara itu, mereka bisa terhindar dari pengeluaran biaya besar untuk menyekolahkan anak di berbagai jenjang pendidikan, munculnya biaya tinggi bila terjadi sakit atau penyakit yang kronis, serta antisipasi terhadap berbagai kejadian lain. Kondisi ini merupakan atmosfer yang positif bagi agen asuransi untuk bisa memprospek, mengkonsultasi, dan menutup penjualan dengan para calon nasabah/pemegang polis.
Kedua, beragam kejadian tak terduga/kemalangan acap kali terjadi di tanah air. Bencana alam, musibah gempa, kecelakaan, dan munculnya wabah penyakit menjadi stimulans tersendiri bagi masyarakat untuk sesegera mungkin memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa. Ini merupakan saat yang tepat bagi agen asuransi untuk mendedikasikan fungsinya sebagai konsultan bagi masyarakat guna mendapatkan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketiga, selain produk asuransi jiwa yang di dalamnya mengandung unsur proteksi bagi para nasabah, kini industri asuransi jiwa juga menawarkan berbagai produk asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi, misalnya unit-link. Inovasi produk ini mendapatkan sambutan cukup intens dari masyarakat. Antusiasme tersebut seyogyanya disikapi sebagai peluang yang baik bagi para agen untuk melakukan penetrasi produk asuransi.
Secara filosofis, para agen tidak sekadar bertugas untuk menutup penjualan para pemegang polis. Lebih dari itu, mereka memposisikan diri sebagai konsultan keuangan jangka panjang bagi para nasabah. Ketika polis asuransi yang dibeli nasabah sudah terbit, bukan berarti tugas agen selesai.
Mulai saat itu, mereka memiliki tugas untuk mengkonsultasi dan membina hubungan yang baik dengan para nasabah. Para agen merasa puas bila nasabah terlayani dengan baik dan mereka mendapatkan proteksi sesuai dengan skema yang diperjanjikan. Momentum ini menjadikan kepercayaan masyarakat kepada agen asuransi mengalami peningkatan.
Beragam kondusivitas dan implikasi dari terbuka luasnya pasar asuransi sudah tentu mendatangkan kompensasi finansial bagi para agen asuransi yang berhasil mendapatkan nasabah. Kuncinya, semakin intens para agen memperlengkapi diri dengan skill dan knowledge tentang pemasaran asuransi, teknik penjualan, dan kode etik pelayanan nasabah, peluang untuk mendapatkan nasabah pun semakin besar. Tentunya, para agen asuransi harus gigih dalam bekerja dan menjadi konsultan yang baik bagi para calon nasabah.
Inilah saat yang tepat bagi angkatan kerja baru untuk menentukan pilihan profesi yang berkualitas. Manakala angkatan kerja terus bertambah dari waktu ke waktu, sektor asuransi jiwa pun membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja berkualitas untuk berprofesi sebagai agen asuransi yang profesional. Esensinya, profesi sebagai agen asuransi jiwa bisa menjadi pilihan prospektif bagi angkatan kerja baru. Industri asuransi pun mulai menunjukkan perannya sebagai penyedia lapangan kerja yang berkualitas.
Sumber: Viva News
Ingin menjadi agen asuransi yang berkualitas ? Klik Disini
Prudential Indonesia Mencatat Total Pendapatan Premi Rp 11 Triliun Sampai Akhir Kuartal III 2011
Kinerja selama Sembilan Bulan terakhir (hingga 30 September 2011):
- Total pendapatan premi meningkat 52,7 persen menjadi Rp 11 triliun dari periode
yang sama tahun sebelumnya
- Pendapatan premi bisnis baru adalah Rp 6 triliun, naik 69 persen dibandingkan
periode yang sama di tahun 2010
- Pendapatan premi bisnis baru syariah tumbuh 52,2 persen dari periode yang sama
tahun sebelumnya menjadi Rp 451,7 miliar
- Jalur Partnership Distribution (bancassurance, direct marketing/telemarketing)
berkontribusi terhadap total pendapatan premi sebesar Rp 1,6 triliun, naik 125,2%
dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010
- Total dana kelolaan tercatat sebesar Rp 26 triliun, naik 18,6 persen dibandingkan
periode yang sama di tahun sebelumnya
- Total aset naik 23,2 persen menjadi Rp 29,3 triliun dibandingkan dari periode yang
sama di 2010
- Total klaim dan manfaat yang dibayarkan sampai akhir kuartal III 2011 tercatat naik
16,9 persen, senilai Rp 3,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
- Risk Based Capital (RBC) yang kokoh mencapai 820 persen hingga akhir kuartal III
2011, jauh di atas ketetapan Pemerintah yaitu sebesar 120 persen
- Lebih dari 1,3 juta pemegang polis (naik 23,1 persen dibandingkan periode sama
tahun 2010) dilayani oleh lebih dari 130.000 tenaga pemasaran berlisensi (naik 79
persen dibandingkan periode sama tahun 2010)
Jakarta, 14 November 2011 – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 11 triliun untuk periode yang berakhir 30
September 2011, atau naik 52,7 persen jika dibandingkan dengan periode sama di tahun
2010 yang membuktikan kemampuan perusahaan untuk terus mempertahankan
pertumbuhan kuat dan berkelanjutan. Pendapatan premi bisnis baru naik 69 persen atau
senilai Rp 6 triliun dibandingkan kuartal III 2010, di mana produk unit link terus menjadi
penyumbang terbesar pertumbuhan pesat perusahaan.
“Keberhasilan unit link yang terus mendorong pendapatan premi bisnis baru kami dan tetap
mencatat kontribusi tertinggi dari total penjualan kami pada kuartal III 2011, memperkuat
optimisme kami tentang masa depan unit link di industri asuransi. Dengan mendengarkan
dan memahami kebutuhan nasabah secara konsisten, serta dengan mengamati tren pasar
dalam beberapa tahun terakhir, kami percaya bahwa fleksibilitas dan transparansi unit link
terus menjadi pendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa selama ini. Sebagai produk
asuransi jiwa, unsur perlindungan yang ditawarkan dikombinasikan dengan potensi hasil
investasi jangka panjang yang menarik, serta sifatnya yang fleksibel dan transparan,
membuat produk unit link sangat diminati,” kata William Kuan, Presiden Direktur Prudential
Indonesia.
Prudential saat ini merupakan perusahaan asuransi jiwa terdepan di Indonesia, di mana
lebih dari 90 persen portofolionya merupakan produk unit link, baik konvensional maupun
yang berbasis syariah. Kontribusi produk unit link premi reguler tercatat di atas 90 persen
dari total penjualan unit link Prudential sampai saat ini. Hal ini menunjukkan kualitas bisnis
perusahaan, karena produk unit link premi reguler memprioritaskan dua hal, baik
perlindungan jangka panjang maupun tabungan. Kombinasi yang baik antara perlindungan
dan simpanan dapat dilihat dari kinerja bisnis perusahaan di mana rata-rata nasabah
Prudential memiliki komposisi perbandingan alokasi premi sebesar 70 persen untuk
perlindungan dan 30 persen untuk investasi.
Terus memahami kebutuhan nasabah dan menawarkan beragam bentuk perlindungan jiwa
melalui beragam jalur pilihan distribusi merupakan rumusan perusahaan untuk memacu
kinerja bisnis yang pesat. Contohnya seperti manfaat asuransi tambahan (rider) PRUearly
stage crisis cover, yang menyediakan perlindungan pada tahap awal penyakit kritis. Sebanyak lebih dari 60% nasabah Prudential Indonesia memiliki asuransi tambahan penyakit kritis, di mana sejak PRUearly stage crisis cover diluncurkan Prudential Indonesia pada bulan Juli 2011, sebanyak 30 persen dari polis-polis baru Perusahaan telah mengikutsertakan asuransi tambahan ini ke dalam polis mereka. Statistik ini menunjukkan besarnya permintaan untuk perlindungan penyakit kritis dalam masyarakat.
Prudential Indonesia melakukan survei secara rutin guna semakin mendengarkan dan
mendapatkan pemahaman atas kebutuhan masyarakat luas untuk perlindungan penyakit
kritis. Melalui PRUearly stage crisis cover, Prudential Indonesia menyediakan dukungan finansial kepada masyarakat Indonesia beserta keluarganya sejak saat mereka didiagnosa menderita penyakit kritis. Hasil pengamatan melalui survei ini semakin menguatkan posisi unit link sebagai produk asuransi jiwa yang mengutamakan unsur perlindungan, di mana manfaat utamanya dilengkapi dengan ragam pilihan manfaat tambahan yang memenuhi kebutuhan perlindungan terhadap beragam risiko.
Dengan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, meningkatnya golongan kelas
menengah, disertai tingkat suku bunga tabungan yang tinggi dan penetrasi produk asuransi
yang saat ini masih rendah, prospek jangka panjang industri asuransi jiwa di Indonesia tetap
dinilai sangat menarik. “Pencapaian ini tentunya tidak akan kami peroleh tanpa kepercayaan
yang terus diberikan oleh para nasabah, dan tanpa dukungan serta kerja keras para tenaga
pemasaran, staf, mitra bisnis dan seluruh pemangku kepentingan Prudential Indonesia.
Kami mengucapkan terima kasih yang terdalam atas kepercayaan dan dukungan yang telah
diberikan selama ini,” ujar William.
Sumber : http://www.prudential.co.id/pruweb/release/Press%20Release%20Q3-2011%20Business%20Results%20IND_Nov2011.pdf
Premi Bisnis Baru Prudential Indonesia Tumbuh Kuat di Kuartal Kedua 2011
PREMI BISNIS BARU PRUDENTIAL INDONESIA TUMBUH KUAT 57,7% DI KUARTAL
KEDUA 2011
Premi bisnis baru syariah tumbuh 107,9%
Kinerja bisnis Kuartal II 2011:
• Total pendapatan premi mencapai Rp 6,3 triliun atau meningkat 39,4 persen dari
periode yang sama tahun sebelumnya
• Pendapatan premi baru tercatat sebesar Rp 3,4 triliun, naik 57,7 persen
dibandingkan kuartal II 2010
• Pendapatan premi bisnis baru syariah sebesar Rp 296,3 miliar, tumbuh 107,9 persen
dari periode yang sama tahun sebelumnya
• Total dana kelolaan sebesar Rp 26 triliun, naik 39,7 persen dibandingkan periode
yang sama di 2010
• Total aset menjadi Rp 28,5 triliun, sebuah kenaikan sebesar 39,3 persen
dibandingkan periode yang sama di 2010
• Total Klaim dan manfaat yang dibayarkan pada akhir kuartal II 2011 tercatat senilai
Rp 1,8 triliun atau naik 8,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
• Risk Based Capital (RBC) yang kuat mencapai 730 persen hingga akhir kuartal II
2011, jauh melebihi ketentuan yang ditetapkan Pemerintah RI sebesar 120 persen
• Total nasabah naik 23,4 persen, di mana tercatat sekitar 1,3 juta pemegang polis
yang terus dilayani oleh tenaga pemasaran berlisensi yang tumbuh 83,9 persen
mencapai 113.486 orang dibandingkan kuartal II 2010
Jakarta, 16 Agustus 2011 – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) terus
mempertahankan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan dengan membukukan hasil
bisnis yang kuat hingga tengah tahun pertama 2011. Total pendapatan premi tercatat
mencapai Rp 6,3 triliun atau naik 39,4 persen jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun
lalu. Pendapatan premi bisnis baru juga terus meningkat di mana premi baru dari unit bisnis
syariah menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 107,9 persen
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pencapaian mengesankan bisnis asuransi syariah yang terus berlanjut di kuartal kedua
2011 memperkuat optimisme pertumbuhan Prudential ke depan, khususnya pada
pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia yang tercatat sebagai salah satu yang tumbuh
paling pesat di Asia Tenggara1,” ujar William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia.
Prudential saat ini merupakan asuransi jiwa terdepan di Indonesia, dengan produk utama
asuransi jiwa terkait investasi (unit link), baik konvensional maupun yang berbasis syariah.
Kontribusi produk unit link saat ini di atas 90% dari total penjualan perusahaan, di mana
lebih dari 90% portofolio unit link tersebut adalah produk dengan premi reguler. Hal tersebut
menunjukkan kualitas dari bisnis Prudential Indonesia, karena produk unit link dengan premi
reguler mengutamakan sisi perlindungan dan tabungan jangka panjang, yang disesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat. Rata-rata premi nasabah Prudential memiliki komposisi
perbandingan 70% untuk proteksi dan 30% untuk investasi. “Dengan unsur proteksi
dikombinasikan dengan potensi hasil investasi jangka panjang yang menarik serta sifatnya
yang fleksibel dan transparan, produk unit link terus diminati masyarakat dan menjadi
pendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa beberapa tahun belakangan ini,” demikian
ungkap William.
Kinerja bisnis yang sangat baik ini merupakan hasil perwujudan komitmen penuh Prudential
Indonesia untuk terus meningkatkan standar layanan beragam titik singgung dengan
nasabah dan juga tenaga pemasaran, dalam rangka menyediakan produk dan layanan
terbaik di kelasnya. Hal itu dilakukan antara lain dengan terus menjadikan jalur keagenan
sebagai jalur distribusi utama, sekaligus memperluas peluang pertumbuhan bisnis lebih jauh
bersama mitra perbankan perusahaan saat ini dan jaringan kemitraan lainnya.
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Prudential Indonesia juga mencatat pertumbuhan total
klaim dan manfaat yang dibayarkan sejumlah Rp 1,8 triliun dalam periode 1 Januari sampai
30 Juni 2011 ini. Sebagai perusahaan jasa keuangan yang mendasari kinerjanya pada
kepercayaan nasabah, pembayaran klaim yang terus meningkat serta upaya memberi
kembali kepada masyarakat melalui beragam inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
merupakan bukti komitmen kuat Perusahaan untuk terus melayani kebutuhan dalam jangka
panjang.
“Prudential Indonesia ke depan akan terus berkomitmen penuh mendengarkan dan
memahami kebutuhan masyarakat. Pencapaian kami tidak dapat terlepas dari kepercayaan
1 Ernst and Young dalam laporan Pertumbuhan Asuransi Syariah Dunia 2010
yang terus diberikan nasabah, dan tentunya merupakan hasil dukungan dari kerja keras dan
kerja sama para tenaga pemasaran, staf, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan
(stakeholders) Prudential Indonesia. Terima kasih kami yang terdalam atas kepercayaan
dan dukungan yang diberikan,” tegas William.
Prudential meluncurkan kampanye edutainment kesadaran finansial untuk anak-anak
serempak di tujuh negara Asia Tenggara
Seiring dengan komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik di kelasnya bagi para
nasabah, selama lebih dari 15 tahun Prudential juga selalu berperan aktif dalam upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (CSR).
Sehubungan dengan itu, sejalan dengan program yang dicanangkan secara regional oleh
Prudential Corporation Asia yang merupakan Kantor Pusat Regional Prudential Indonesia,
sebuah kampanye edutainment inovatif untuk menanamkan kesadaran finansial untuk anakanak
sejak dini diluncurkan secara serempak di tujuh negara Asia, termasuk Indonesia.
Kampanye berbentuk serial animasi bertema Money-Smart Kids yang merupakan pertama
kalinya di Asia ini, ditargetkan untuk anak-anak usia 7 hingga 12 tahun dan merupakan kerja
sama Prudential Corporation Asia dengan saluran edukasi dan hiburan anak-anak Cartoon
Network. Serial animasi baru yang akan disiarkan mulai bulan September 2011 di saluran
satelit dan kabel berbayar Cartoon Network ini akan memperkenalkan pengetahuan dasar
mengenai keuangan melalui tokoh-tokoh animasi yang di setiap serinya akan membawakan
lagu-lagu yang berhubungan dengan empat konsep utama dalam pengelolaan uang bagi
anak-anak: Menghasilkan (Earn), Menabung (Save), Menggunakan (Spend) dan
Menyumbangkan (Donate).
“Kami percaya bahwa memberikan kembali kepada masyarakat bukan hanya sesuatu yang
baik dilakukan, tetapi juga sesuatu yang harus dilakukan. Di Prudential, memberi kembali
kepada masyarakat sekitar merupakan bagian dari salah satu nilai utama perusahaan yaitu
peduli. Ini adalah komitmen yang kami lakukan di tingkat grup, regional, dan tentu saja
secara lokal di Indonesia,” ujar William.
Sumber : http://www.prudential.co.id/pruweb/release/Press%20Release%20HY%202011%20(IND).pdf
Kisah Anak Pinjam Uang Rp. 5000
Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
”Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga,
Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”
“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi. Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”
“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.
“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.
Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,
“Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.
“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.
Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.
Source : A Simple Story from My Friend
Business Opportunity
Hello,
Jika anda tertarik untuk mengembangkan bisnis pribadi dengan income yang dapat anda tentukan sendiri dan punya jiwa membantu orang lain silahkan anda dapat bergabung dengan kami. Hanya dengan bermodalkan niat dan impian untuk merubah hidup anda kearah yang lebih baik. Kesempatan ini berlaku bagi semua orang. Anda ingin mencapai impian anda dengan cepat ? Ingin lebih membahagiakan keluarga yang anda cintai dan memberikan yang terbaik bagi mereka ? Please Join Us.
Early Stage Crisis Cover
PRUDENTIAL INDONESIA MEMPERKENALKAN
PRUearly stage crisis cover
Menyediakan dukungan finansial sejak tahap awal penyakit kritis
- Data World Health Organization (WHO) yang diumumkan pada April 2011
menyebutkan bahwa 36,1 juta orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit
kritis seperti jantung, stroke, kanker dan diabetes. - WHO dan Bank Dunia juga memperkirakan bahwa 12 juta orang di seluruh dunia didiagnosa menderita kanker tiap tahunnya
- Menjalani gaya hidup yang lebih sehat serta melakukan check up medis secara rutin merupakan upaya yang dapat dilakukan, dimana dengan kemajuan teknologi saat ini, check up medis secara rutin dapat membantu untuk mendeteksi penyakit kritis sejak dini
- Memiliki perlindungan akan penyakit kritis sejak dini sangatlah penting, karena apabila sampai terkena penyakit kritis, pasien maupun keluarga telah terlindungi secara finansial.
Jakarta, 25 Juli 2011 – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) hari ini
mengumumkan peluncuran produk asuransi tambahan (rider) yang dinamakan
PRUearly stage crisis cover yang bertujuan untuk menyediakan dukungan finansial
kepada seluruh individu Indonesia beserta keluarganya sejak saat mereka
didiagnosa menderita penyakit kritis tahap awal. Hal ini membuktikan komitmen
Prudential Indonesia yang terus berupaya mendengarkan dan memahami kebutuhan
nasabahnya dengan terus menyediakan perlindungan menyeluruh melalui berbagai
pilihan jalur distribusi.
“Prudential Indonesia terus berfokus memberikan manfaat dari serangkaian produk
dan layanan terbaik di kelasnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para nasabah
dalam tiap tahapan hidupnya dan membantu mereka untuk mencapai keamanan
finansial seumur hidup,” kata William Kuan, President Director Prudential Indonesia.
“Setelah mendengar kemudian memahami kebutuhan nasabah kami, Prudential
Indonesia dengan senang hati menghadirkan produk ini, yang menyediakan
perlindungan terhadap penyakit kritis tahap awal kepada masyarakat”.
Terkena penyakit kritis sangat berdampak serius pada kestabilan kondisi finansial
individu. PRUearly stage crisis cover adalah sebuah bentuk perlindungan yang
menawarkan sejumlah manfaat finansial secepatnya setelah nasabah diagnosa atas
79 kondisi medis yang termasuk dalam kategori tahap awal dari berbagai penyakit
kritis.
Secara medis, semakin cepat penderita mengetahui dan mencari perawatan,
semakin besar kemungkinan untuk dapat sembuh secara total. Namun demikian,
biaya perawatan untuk penyakit kritis juga semakin meningkat. “Kita semua tahu
bahwa penderita penyakit kritis mendapatkan tekanan fisik dan emosional yang
hebat, dan ditambah dengan beban finansial yang timbul, dampaknya sangat serius,
baik pada penderita maupun keluarganya. Dengan PRUearly stage crisis cover,
nasabah kami akan mendapatkan dukungan dan manfaat finansial tepat pada saat
paling dibutuhkan – sejak mereka diagnosa penyakit kritis. Dengan dukungan
finansial ini, mereka dapat memfokuskan energi mereka sepenuhnya pada proses
pemulihan,” kata William.
Produk unit link mengutamakan perlindungan
PRUearly stage crisis cover dapat dimiliki sebagai asuransi tambahan yang melekat
pada produk asuransi dasar unit link berpremi reguler yaitu PRUlink assurance
account dan PRUlink syariah assurance account, serta produk non-unit link
PRUuniversal life.
“Kami percaya adanya asuransi tambahan PRUearly stage crisis cover ini semakin
menguatkan posisi unit link sebagai produk asuransi jiwa yang mengutamakan unsur
proteksi, di mana manfaat utamanya dilengkapi dengan ragam pilihan manfaat
tambahan yang memenuhi kebutuhan perlindungan terhadap beragam risiko.
Dengan kombinasi potensi hasil investasi yang menarik serta sifatnya yang fleksibel
dan transparan, membuat produk unit link diminati masyarakat dan menjadi
pendorong pertumbuhan industri,” demikian William Kuan.
Prudential saat ini merupakan asuransi jiwa terdepan di Indonesia yang memiliki
komposisi produk unit link sebesar lebih dari 90% dari total penjualan Perusahaan, di
mana lebih dari 90% portofolio unit link tersebut adalah produk dengan premi reguler.
Ini menunjukkan kualitas dari bisnis Prudential Indonesia, karena produk unit link
dengan premi reguler mengutamakan kedua sisi perlindungan dan tabungan jangka
panjang, dengan komposisi perbandingan 70% untuk proteksi dan 30% untuk
investasi.
“Sebagai penyedia asuransi terbesar di Indonesia, adalah tanggung jawab kami
untuk mensosialisasikan manfaat yang memiliki asuransi jiwa terutama dengan
pembayaran premi reguler. Dengan membayar premi secara berkala dalam jangka
panjang, masyarakat akan semakin merasakan manfaat produk unit link dalam
memberikan perlindungan seumur hidup, serta menikmati sisi investasinya yang
berpotensi memberikan hasil semakin baik. Dengan terus mendengarkan dan
memahami kebutuhan akan solusi finansial masyarakat Indonesia, Prudential
Indonesia berharap dapat terus memberikan solusi jangka panjang dalam memenuhi
kebutuhan akan keamanan finansial untuk nasabah baru kami maupun nasabah
yang sudah ada, sehingga mereka tetap berada di jalur yang mereka rencanakan
dalam meraih tujuan masa depan mereka,” tutup William.
Sumber : http://www.prudential.co.id/pruweb/release/Press%20Release%20ESCC_Jul2511(IND).pdf
*Untuk permintaan ilustrasi dapat melalui menu “Form Ilustrasi” pada menu diatas.
